Memilih Jadi Kaya
( 0 Komentar )
Rating Artikel :
Oleh : Herman Kwok
Saya bosan hidup biasa-biasa saja dan ingin punya banyak uang, gimana caranya ya? Bisakah saya menjadi kaya? suatu pertanyaan muncul dari Zaenal dalam obrolan santai di pelataran parkir kantornya. Bisa saja, menjadi kaya dan juga sukses adalah hak setiap orang seperti kata pak Andrie Wongso. Bukan milik suatu ras, etnik atau golongan tertentu. jawab saya. Setiap orang bisa mencoba tapi sejujurnya memang tidak setiap orang berhasil menjadi kaya.
Laporan kekayaan dunia "World Wealth Report" tahun 2007 menyebutkan ada 10,1 juta orang kaya di dunia. Nilai tersebut naik sekitar dua kali sejak 12 tahun lalu. Yang dapat masuk ke daftar orang kaya tersebut adalah mereka yang berharta di atas satu juta dolar.
Tentunya untuk ukuran setiap orang, nilai kekayaan itu berbeda. Ada yang sudah merasa kaya asal sudah punya rumah, mobil dan tabungan, tapi lebih banyak lagi yang ukuran kekayaannya jauh lebih besar. Perbedaan yang paling nyata adalah bahwa orang kaya mempunyai banyak pilihan, mulai dari menu makan siang, gaya hidup, dsb. Sedangkan orang miskin tidak punya pilihan, bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari saja sudah bagus.
Selain faktor warisan, pernikahan, judi atau kriminal, seseorang dapat berusaha memperkaya diri secara halal tentunya. Banyak faktor yang berpengaruh, seperti faktor luar dan faktor dari dalam diri masing-masing. Faktor luar yang biasanya sulit dirubah antara lain:
- Kondisi politik, ekonomi & sosial suatu negara. Bayangkan jika hidup di negara yang dilanda perang atau resesi berkepanjangan tentunya lebih kecil kesempatan untuk menjadi kaya
- Kondisi geografis yang buruk seperti gurun dan alam yang tidak ramah, dsb.
- Jika menghadapi situasi yang tidak menguntungkan ini, pilihannya tentu keluar secepat mungkin.
- Mental.
- Kepribadian.
- Pengetahuan, keterampilan.
- Network.
- Kerja keras, dsb.
- Memilih untuk menjadi kaya, sadar bahwa menjadi kaya tidak mudah dan banyak konsekuensi yang harus dihadapi.
- Memiliki mental kaya, yaitu mengerti nilai uang sehingga aktif berinvestasi setiap ada kesempatan, hemat serta pantang menyerah. Tidak ada orang boros yang menjadi kaya, yang ada adalah orang kaya yang kelihatan boros.
- Jeli menghitung peluang dan resiko, termasuk dalam memilih aktifitas, pendidikan, bidang pekerjaan, hingga teman bergaul, dsb.
- Berusaha seoptimal mungkin, fokus dan tidak menjadikan uang sebagai tujuan usaha. Bandingkan si Hendra yang membuat rumah makan dengan tujuan meraup untung sebesar2nya dengan si Agus yang membuat rumah makan dengan tujuan membuat orang ketagihan karena masakan yang benar2 enak. Logikanya siapa yang akan sukses?
Kesimpulannya, menjadi kaya adalah pilihan, bukan sekedar kemauan.
Herman Kwok
Director of SemutApi Colony
www.semutapi.com